AYAH, MAMA
APA SALAHKU?
Kenalkan
nama ku lidya(samaran), kali ini aku akan menceritakan masa laluku. sejak lahir
aku belum pernah sekali pun melihat sosok ayahku seperti apa wajahnya,
terkadang aku iri kepada teman-teman ku ketika mereka berada didekapan ayahnya,
aku sering bertanya kepada mama “ mama, ayah dimana si, ko ga pulang-pulang aku
kan mau lihat ayah?” namun mama selalu menjawab “ ayah lagi kerja ditempat yang
jauh, kamu berdoa semoga ayah cepet pulang ya sayang “ aku hanya diam.
Hari
demi hari ku lewati bersama mama tanpa seorang ayah, memang berbeda rasanya
seperti ada yang kurang, namun ku tetap bersabar dan percaya suatu saat ayah
pasti pulang..
Aku
menjalani hidupku tanpa seorang ayah, kadang aku mendegar rumor dari keluarga
bahwa ayah pergi karena habis marahan dengan mama, dan akhirnya ayah memutuskan
meninggalkan kami berdua, bahkan ada yang mengatakan kalau ayahku telah
meninggal, bahkan banyak rumor yang ku dengar dari orang di luar sna tapi aku
tak peduli dengan semua itu terkadang aku berfikir aku benar-benar tak punya
seorang ayah, aku hanya memiliki seorang mama yang saying kepadaku, tanpa ayah
aku juga akan tetap hidup sehat dan dewasa, hal itu kadang terbersik dalam
benakku.
Saat
aku duduk di bangku kelas 3 SD. Aku telah melupakan semua tentang ayah, aku tak
perna lagi berharap akan bertemu dengannya, bahkan aku telah mengagngapnya
telah meninggal, ketika ada yang menanyaakn dimana ayahku aku hanya menjawab
teah meninggal. Itulah yang aku katakana kedapa siapapun yang bertana tentang
ayah, aku telah putus asa. Hal tersebut aku jalani selama 8 tahun yah selam
itu.
Kalian tau saat ini aku tak
membutuhkan seorang ayah, yang aku butuhkan hanyalah kasi saying seorang ibu
tak lebih dari itu, dan ada kabar gembira tapi entahlah kabar tersebut membuat
gembira atau tidak, kabarnya adalah bahwa ayahku telah pulang dan sekarang
beliau ada di rumah nenek, aku bigung kenapa aku tak gembira sedikitpun
mendegarkan kabar tersebut, padahal selama ini aku sangat mendambakan sosok
ayah tapi kenapa ketika dia sudah ada aku bahkan memngiginkan dia tak muncul di
hadapanku, tapi bagaimana tidak mama memaksa aku untuk bertemu dengan ayahku di
rumah nenek tapi mama tak ikut denganku mama hanya menyuru seseorang untuk
megantarku pergi.
Setelah
sampai di rumah nenek aku tak merasa ada hal yang istimewa di sana eksperesiku
biasa-biasa ajah, setelah masuk ke rumah nenek nampaklah seseorang lelaki yang
duduk di sofa wajah itu tak aku kenali sedikitpun bahkan aku merasa takut pas
melihatnya karena beliau berambut panjang dan aku paling takut pada lelaki yang
berambut panjang itu, aku hanya duduk di samping nenek, dan omku, omku pn
berkata kamu tak kenal dengan orang itu, sentak aku menjawab tidak emang dia
siapa kenapa ada di sini, dan dimana yahku, aku ingin melihat wajahnya, apa dia
sedang mandi atau ada di dalam aku ingin bertemu dengannya.
Lelaki itu menjawab aku ayahmu nah,
maaf kan ayahmu ini karena telah meninggalkanmu begitu lama sampai kamu tak
mengenal muka ayahmu ini, ini semua salah ayah, ap akamu tak percaya bahwa aku
adalah ayahmu kamu bisa kesini dan melihat buktinnya, tapi aku tak bergerak
sedikitpun dari tempat dudukku, kemudiam omku berkata kalau kamu mau anakmu
mendekat maka potonglah rambutmu kare anakmu paling takut dengan lelaki yang berambut
panjang sepertimu. Begitulah pertemuan pertamu dengan ayahku.
Kini
saatnya untuk makan malam akupun di apnggil oleh sosok wanita yang juga aku tak
mengenalinya, dia mengetahui namaku, aku benar-benar heran siapa mereka semua
ini kenapa abanayak orang di rumah neneku dan juga banyak anak-anak di rumah
nenekku yang akau tau pada saat itu sepupuku baru 3 orang dan aku sangat kenal
dengan sepupuku tapi kehadiran wanita ini dan juga 3 orang anak lainnya membuat
aku bertanya-tanya, sambil menikmati makanan yang di sajikan,aku lebih awal
selesai makan kaarena selera makan.
Keesokan
harinnya aku menemukan semua jawaban apa yang menjadi pertanyaanku semalam,
wanita itu adalah istri dari ayahku dan anak-anak itu adalah anak dari ayahku,
betapa sakitnya hati ini megetahui bahwa seorang ayah yang dulunya aku dambakan
ternyata telah menghianati mamaku, mama yang aku sayagi, aku bnci punya ibu
tiri dan juga sauda tiri, kalian fikir ini lucu aku benci itu semua.
Hari itu juga akau meminta om untuk
mengantarku pulang ke rumah, di tengah perjalanan aku baru sadar kenapa mama
tak ikut bersamaku itu karena ayah telah bersama dengan wanita lain yang
memungkinnkan mama tak boleh lagi bertemu dengan ayahku, aku pergi meninggalkan
rumah nenek tampa pamit sedikitpun dengan ayah bahkan istrinya itu aku hanya
pamit kepada nenek.
Sesampainnya
di rumah mama kaget kenapa aku begitu cepat pulang padahal hari itu adalah ahri
libur sekolahpun masi lama, akutak menjawab pertanyaan mama aku hanya lari
masuk ke kamar sambil menagis aku membayangakan betapa sikitny ahti mama, di
perlakukan seperti ini. Mama pasti sangat kesepian selama aku pergi, setelah
beberapa jam aku di kamar mamapun masuk dan membagunkan aku yang sedang
tertidur mama langsung memelukku sambil menagis, “maafkan mama saying mama tak
tau apa yang harus mama katakana kepada kamu, tapi kamu sekarang kamu sudah
dewasa kamu pasti tau apa yanag mama inginkan dan mama rasakan, tapi mama mohon
sama kamu, kamu jangan membenci ayah kamu bagaimanapun dia adalah ayahmu,
bukankah selama ini kamu megiginkan sosok ayah, sekarang di telah adah bahkan
kamu bisa memeliknya.” Tidak mama dia bukan sosok ayah yang aku dambakan dia
bukan sosok ayah yang aku inginkan dia
hanya lelaki yang tak bertanggu jawab.
Keesokan
hari semua tetangga mengucapkan selamat karena aku telah punya ayah sekarang
tapu aku hanya menjawab aku tak punya ayah, ayahku telah meninggal, aku ahnaya
memiliki seorang mama aku tak membuuhkan kasi saying seorang ayaha aku cumin
cukup mama saja ada di sampingku. Kenapa dia hadir disaat aku tak mengharapkan
kehadirannya, kenapa setelah aku remaja dia baru hadir dan megakuiku sebagai
anaknnya ini bukan filem yang akan di tonnton oleh semua halayak ini kisa nyata
yanga akan aku jalani apa mereka semua berfikir ini adalh sandiwara belaka, aku
benci ini semu kenapa ini semua terjadi kepadaku. Itulah yang sering aku
ucapkan setelah solat.
Setiap
hati mama selalu membujukku agar aku mau menemui ayah lagi,mama selalu
mengatakan hal itu, bahkan ayahpun ak sekalipun menampakan wajahnya, dia hanya
menyuru orang lain untuk menjemputku, karena aku tak mau mama kecewa karena ku
aku pergi dengan berat hti meninggalkan mama sendiri di rumah, aku tau mama
pasti akan kesepian tapi aku jauga tak mau mama menagis karenaku. Sesampai di sana
aku hanya melangkah kedal kamar menyimpan barangku kemudian merebahkan badanku
di atas kasur, anak itu menghampiri aku dan memangilku kakak, ayo kita main
bersama, aku tak menggubris sedikitpun ucapannya, da yahkupun dating dan
berkata ani kamu jangan menggagu kakak kamu, dalm hati aku berkata aku tak
pernah memiliki seorang adik. Jangan kau panggil aku sebagai kakakmu, setelah
berhari –hari ada di sana akhirnya hari yang aku dambakan akhirnya dating juga
yaitu pulang kerumah karena akan mulai masuk sekolah lagi, yak yang aku
dapatkan dari ibu tiri ku adalah perlakuaan yang baik tak sedikitpun dia
memarahiku bahkjan dia takut untuk menuruhku melakukan sesuatu bahkan dia yang
mencucuikan pakaiyanku, kalau dulunya yang mencucikan pakaiyanku jika aku ke
rumah nenek adalah tanete sekarang dia sendiri ang mencuciya tampa aku suru
pun, bagkan dia membuatkan aku sarapan.
Setiap
hari sabtu mama pasti menyuruhku untuk ke rumah nenek yah aku jalanai semua
itu, karena aku merasa mendigan dan aku lihat ibu tiriku juga gak seperti yang
aku bayangkan dia maah sebaliknya dia melakukan hal yang aku inginkan tampa
mengelu sdikitpun, aku kasian kepada anaknya yang bungsu karena dia masi bayi
tapi dia tak mendaatkana nutrisi yang baik, kare dia tak di beri asi, susu
fermula pun dia tak mau meminumnya, bahkan tubuhnya sudak kurus kering Karen
dia tak mau makan apapun, segala cara telah mereka lakukan untuk bayi tersebut
tapi singgu malang bayi tersebut beberapa hari kemuadia dia meninggal.
Karena
mama mengetahui berta tersebut mama memutuskan untuk men jmeputku di sekolah
dan menuju rumah nenek, enganti seragam sekolahpun aku tidak menggantinya,
karena mama sangat panik dengan semua itu.
Kalian
mungkin tak meyangka, kami mendapat sambutan yang sangat tidak layak, wanita
itu berteria, bahwa mamaku telah membunuh anaknya, kami masuk kedalam rumah pun
belum, tapi dia berteriak seperti itu kepada mamaku, aku benci teriakan itu
bahkan salah satu tanteku berteriak dan megusir kami sedangkan nenek menahan
wanita itu karena wanita itu membawa pisau, karena pada saat itu aku habis d
oprasi aku tak bisa berbuat banyak untuk membantu mama yang di lecehkan aku
hanya megajak mama untuk meninggalkan tempat itu, dalam hati ku barkata ini
terakhir kalinya aku menginjakkan kaki di hadapan kaliayan kaliyan anggp aku
apa…
Semua berjalan sesuai yang aku
inginkan, tanteku menikah tampa kehadiran aku karena aku benci kepada mereka
semua omku telah ke rumah dan membujukku agar aku bisa menghadiri pernikahan
tante aku, tapi aku tak luluh, hanya mama yang mengadiri acara itu, mama
mengahadiri acara itu juga karena wanita itu telah pulang ke kampong
halamannya, dan bercerai dengan ayahku dia membawa satu anaknya dan
menyimpanx satu… aku benci dengan anak
itu dan aku benci semuannya,… tapi mama selalu berkata kamu jagan berperilaku
seperti itu, akmu tidk boleh dendam kepada orang lain apalagi mereka adalh
keluarka kita tante kamu. Begitulah hari-hariku berjalan. Hingga akhirnya mama
dan ayah memutuskan untuk bersatu kembali dan tinggal bersama kembali. Aku sempat
tak mau ikut degan mama akau hanya tinggal di rumah mungkin ada sekitar 3 pean
aku di rumah kemuadia semua keluarga membujuk agar aku mau tinggal bersama mama
dan ayah, bahkan ada sepupu yang bilang masa kamu mau di kalahkan saa adik tiri
kamu dia merebut mama kamu bahkan mereka tinggal bersma, sejak itulah aku tak
mau itu terjadi dan aku memetskan untuk tinggal bersma mereka.
Setelah
beberapa bulan berlalu ayah dan mama memutuskan untuk pergi bersama dan
meninggalkan aku, aku kecewa dengan mama kenapa mama pergi meninggalkan aku
sendiri anak satu-satunya dia rela tinggalkan demi suaminya itu, aku menagis
selama berhari-hari dan akupun memutuskan untuk kembali ke ruah dan
meninggalkan rumah yang ada di samping rumah nenek, aku megenag semua masa-masa
bersama mama di rumah itu, aku taka mu meninggalkan rmah itu aku akan menjalani
hidup di rumah itu smapia kapanpun.
“Mama kenapa kau pergi meninggalkan aku, hanya demi ayah apa
kah mama tak saying kepadaku, atau aku hanya anak yang kau tidak akui lagi, ini
semua karena lelki itu mama pergi, seandinya dia tak dating kembali mungkin
kehidupan kita tidak akan seperti ini mama, aku benci lelaki itu, dia hanya
dating merebutmu dari pelukanku mama”
Setelah
lulus dari SMP, aku melanjutkan sekolah samapi SMA, sekarang aku sudah kulya
dan menjalani semester 2 di salah satu universtas yang ada di Makassar, aku
kulya sambil kerja awalnya ini sangat susah tapi akhirnya Alhamdulillah aku
bisa melewati semua, semoga aku bisa melanjutkan sampai aku selesai dan
membuktikan kepada semua kalau aku bisa.
Inilah sepenggal kisah hidup yang
kujalani, mungkin aku tak seberuntung kalian yang bisa merasakan kasih sayang
orang tua, maka sayangilah orangmu yang selalu disisimu dan selalu
menjagamu dan buatlah mereka bangga karena hanya kalian harapan mereka.
Tamat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar