dengarkan musik



Minggu, 15 Juni 2014

AYAH, MAMA APA SALAHKU?

            Kenalkan nama ku lidya(samaran), kali ini aku akan menceritakan masa laluku. sejak lahir aku belum pernah sekali pun melihat sosok ayahku seperti apa wajahnya, terkadang aku iri kepada teman-teman ku ketika mereka berada didekapan ayahnya, aku sering bertanya kepada mama “ mama, ayah dimana si, ko ga pulang-pulang aku kan mau lihat ayah?” namun mama selalu menjawab “ ayah lagi kerja ditempat yang jauh, kamu berdoa semoga ayah cepet pulang ya sayang “ aku hanya diam.
            Hari demi hari ku lewati bersama mama tanpa seorang ayah, memang berbeda rasanya seperti ada yang kurang, namun ku tetap bersabar dan percaya suatu saat ayah pasti pulang..

            Aku menjalani hidupku tanpa seorang ayah, kadang aku mendegar rumor dari keluarga bahwa ayah pergi karena habis marahan dengan mama, dan akhirnya ayah memutuskan meninggalkan kami berdua, bahkan ada yang mengatakan kalau ayahku telah meninggal, bahkan banyak rumor yang ku dengar dari orang di luar sna tapi aku tak peduli dengan semua itu terkadang aku berfikir aku benar-benar tak punya seorang ayah, aku hanya memiliki seorang mama yang saying kepadaku, tanpa ayah aku juga akan tetap hidup sehat dan dewasa, hal itu kadang terbersik dalam benakku.
            Saat aku duduk di bangku kelas 3 SD. Aku telah melupakan semua tentang ayah, aku tak perna lagi berharap akan bertemu dengannya, bahkan aku telah mengagngapnya telah meninggal, ketika ada yang menanyaakn dimana ayahku aku hanya menjawab teah meninggal. Itulah yang aku katakana kedapa siapapun yang bertana tentang ayah, aku telah putus asa. Hal tersebut aku jalani selama 8 tahun yah selam itu.
Kalian tau saat ini aku tak membutuhkan seorang ayah, yang aku butuhkan hanyalah kasi saying seorang ibu tak lebih dari itu, dan ada kabar gembira tapi entahlah kabar tersebut membuat gembira atau tidak, kabarnya adalah bahwa ayahku telah pulang dan sekarang beliau ada di rumah nenek, aku bigung kenapa aku tak gembira sedikitpun mendegarkan kabar tersebut, padahal selama ini aku sangat mendambakan sosok ayah tapi kenapa ketika dia sudah ada aku bahkan memngiginkan dia tak muncul di hadapanku, tapi bagaimana tidak mama memaksa aku untuk bertemu dengan ayahku di rumah nenek tapi mama tak ikut denganku mama hanya menyuru seseorang untuk megantarku pergi.
            Setelah sampai di rumah nenek aku tak merasa ada hal yang istimewa di sana eksperesiku biasa-biasa ajah, setelah masuk ke rumah nenek nampaklah seseorang lelaki yang duduk di sofa wajah itu tak aku kenali sedikitpun bahkan aku merasa takut pas melihatnya karena beliau berambut panjang dan aku paling takut pada lelaki yang berambut panjang itu, aku hanya duduk di samping nenek, dan omku, omku pn berkata kamu tak kenal dengan orang itu, sentak aku menjawab tidak emang dia siapa kenapa ada di sini, dan dimana yahku, aku ingin melihat wajahnya, apa dia sedang mandi atau ada di dalam aku ingin bertemu dengannya.
Lelaki itu menjawab aku ayahmu nah, maaf kan ayahmu ini karena telah meninggalkanmu begitu lama sampai kamu tak mengenal muka ayahmu ini, ini semua salah ayah, ap akamu tak percaya bahwa aku adalah ayahmu kamu bisa kesini dan melihat buktinnya, tapi aku tak bergerak sedikitpun dari tempat dudukku, kemudiam omku berkata kalau kamu mau anakmu mendekat maka potonglah rambutmu kare anakmu paling takut dengan lelaki yang berambut panjang sepertimu. Begitulah pertemuan pertamu dengan ayahku.
            Kini saatnya untuk makan malam akupun di apnggil oleh sosok wanita yang juga aku tak mengenalinya, dia mengetahui namaku, aku benar-benar heran siapa mereka semua ini kenapa abanayak orang di rumah neneku dan juga banyak anak-anak di rumah nenekku yang akau tau pada saat itu sepupuku baru 3 orang dan aku sangat kenal dengan sepupuku tapi kehadiran wanita ini dan juga 3 orang anak lainnya membuat aku bertanya-tanya, sambil menikmati makanan yang di sajikan,aku lebih awal selesai makan kaarena selera makan.
            Keesokan harinnya aku menemukan semua jawaban apa yang menjadi pertanyaanku semalam, wanita itu adalah istri dari ayahku dan anak-anak itu adalah anak dari ayahku, betapa sakitnya hati ini megetahui bahwa seorang ayah yang dulunya aku dambakan ternyata telah menghianati mamaku, mama yang aku sayagi, aku bnci punya ibu tiri dan juga sauda tiri, kalian fikir ini lucu aku benci itu semua.
Hari itu juga akau meminta om untuk mengantarku pulang ke rumah, di tengah perjalanan aku baru sadar kenapa mama tak ikut bersamaku itu karena ayah telah bersama dengan wanita lain yang memungkinnkan mama tak boleh lagi bertemu dengan ayahku, aku pergi meninggalkan rumah nenek tampa pamit sedikitpun dengan ayah bahkan istrinya itu aku hanya pamit kepada nenek.
            Sesampainnya di rumah mama kaget kenapa aku begitu cepat pulang padahal hari itu adalah ahri libur sekolahpun masi lama, akutak menjawab pertanyaan mama aku hanya lari masuk ke kamar sambil menagis aku membayangakan betapa sikitny ahti mama, di perlakukan seperti ini. Mama pasti sangat kesepian selama aku pergi, setelah beberapa jam aku di kamar mamapun masuk dan membagunkan aku yang sedang tertidur mama langsung memelukku sambil menagis, “maafkan mama saying mama tak tau apa yang harus mama katakana kepada kamu, tapi kamu sekarang kamu sudah dewasa kamu pasti tau apa yanag mama inginkan dan mama rasakan, tapi mama mohon sama kamu, kamu jangan membenci ayah kamu bagaimanapun dia adalah ayahmu, bukankah selama ini kamu megiginkan sosok ayah, sekarang di telah adah bahkan kamu bisa memeliknya.” Tidak mama dia bukan sosok ayah yang aku dambakan dia bukan sosok ayah yang aku inginkan dia  hanya lelaki yang tak bertanggu jawab.
            Keesokan hari semua tetangga mengucapkan selamat karena aku telah punya ayah sekarang tapu aku hanya menjawab aku tak punya ayah, ayahku telah meninggal, aku ahnaya memiliki seorang mama aku tak membuuhkan kasi saying seorang ayaha aku cumin cukup mama saja ada di sampingku. Kenapa dia hadir disaat aku tak mengharapkan kehadirannya, kenapa setelah aku remaja dia baru hadir dan megakuiku sebagai anaknnya ini bukan filem yang akan di tonnton oleh semua halayak ini kisa nyata yanga akan aku jalani apa mereka semua berfikir ini adalh sandiwara belaka, aku benci ini semu kenapa ini semua terjadi kepadaku. Itulah yang sering aku ucapkan setelah solat.
            Setiap hati mama selalu membujukku agar aku mau menemui ayah lagi,mama selalu mengatakan hal itu, bahkan ayahpun ak sekalipun menampakan wajahnya, dia hanya menyuru orang lain untuk menjemputku, karena aku tak mau mama kecewa karena ku aku pergi dengan berat hti meninggalkan mama sendiri di rumah, aku tau mama pasti akan kesepian tapi aku jauga tak mau mama menagis karenaku. Sesampai di sana aku hanya melangkah kedal kamar menyimpan barangku kemudian merebahkan badanku di atas kasur, anak itu menghampiri aku dan memangilku kakak, ayo kita main bersama, aku tak menggubris sedikitpun ucapannya, da yahkupun dating dan berkata ani kamu jangan menggagu kakak kamu, dalm hati aku berkata aku tak pernah memiliki seorang adik. Jangan kau panggil aku sebagai kakakmu, setelah berhari –hari ada di sana akhirnya hari yang aku dambakan akhirnya dating juga yaitu pulang kerumah karena akan mulai masuk sekolah lagi, yak yang aku dapatkan dari ibu tiri ku adalah perlakuaan yang baik tak sedikitpun dia memarahiku bahkjan dia takut untuk menuruhku melakukan sesuatu bahkan dia yang mencucuikan pakaiyanku, kalau dulunya yang mencucikan pakaiyanku jika aku ke rumah nenek adalah tanete sekarang dia sendiri ang mencuciya tampa aku suru pun, bagkan dia membuatkan aku sarapan.
            Setiap hari sabtu mama pasti menyuruhku untuk ke rumah nenek yah aku jalanai semua itu, karena aku merasa mendigan dan aku lihat ibu tiriku juga gak seperti yang aku bayangkan dia maah sebaliknya dia melakukan hal yang aku inginkan tampa mengelu sdikitpun, aku kasian kepada anaknya yang bungsu karena dia masi bayi tapi dia tak mendaatkana nutrisi yang baik, kare dia tak di beri asi, susu fermula pun dia tak mau meminumnya, bahkan tubuhnya sudak kurus kering Karen dia tak mau makan apapun, segala cara telah mereka lakukan untuk bayi tersebut tapi singgu malang bayi tersebut beberapa hari kemuadia dia meninggal.
            Karena mama mengetahui berta tersebut mama memutuskan untuk men jmeputku di sekolah dan menuju rumah nenek, enganti seragam sekolahpun aku tidak menggantinya, karena mama sangat panik dengan semua itu.
            Kalian mungkin tak meyangka, kami mendapat sambutan yang sangat tidak layak, wanita itu berteria, bahwa mamaku telah membunuh anaknya, kami masuk kedalam rumah pun belum, tapi dia berteriak seperti itu kepada mamaku, aku benci teriakan itu bahkan salah satu tanteku berteriak dan megusir kami sedangkan nenek menahan wanita itu karena wanita itu membawa pisau, karena pada saat itu aku habis d oprasi aku tak bisa berbuat banyak untuk membantu mama yang di lecehkan aku hanya megajak mama untuk meninggalkan tempat itu, dalam hati ku barkata ini terakhir kalinya aku menginjakkan kaki di hadapan kaliayan kaliyan anggp aku apa…
Semua berjalan sesuai yang aku inginkan, tanteku menikah tampa kehadiran aku karena aku benci kepada mereka semua omku telah ke rumah dan membujukku agar aku bisa menghadiri pernikahan tante aku, tapi aku tak luluh, hanya mama yang mengadiri acara itu, mama mengahadiri acara itu juga karena wanita itu telah pulang ke kampong halamannya, dan bercerai dengan ayahku dia membawa satu anaknya dan menyimpanx  satu… aku benci dengan anak itu dan aku benci semuannya,… tapi mama selalu berkata kamu jagan berperilaku seperti itu, akmu tidk boleh dendam kepada orang lain apalagi mereka adalh keluarka kita tante kamu. Begitulah hari-hariku berjalan. Hingga akhirnya mama dan ayah memutuskan untuk bersatu kembali dan tinggal bersama kembali. Aku sempat tak mau ikut degan mama akau hanya tinggal di rumah mungkin ada sekitar 3 pean aku di rumah kemuadia semua keluarga membujuk agar aku mau tinggal bersama mama dan ayah, bahkan ada sepupu yang bilang masa kamu mau di kalahkan saa adik tiri kamu dia merebut mama kamu bahkan mereka tinggal bersma, sejak itulah aku tak mau itu terjadi dan aku memetskan untuk tinggal bersma mereka.
            Setelah beberapa bulan berlalu ayah dan mama memutuskan untuk pergi bersama dan meninggalkan aku, aku kecewa dengan mama kenapa mama pergi meninggalkan aku sendiri anak satu-satunya dia rela tinggalkan demi suaminya itu, aku menagis selama berhari-hari dan akupun memutuskan untuk kembali ke ruah dan meninggalkan rumah yang ada di samping rumah nenek, aku megenag semua masa-masa bersama mama di rumah itu, aku taka mu meninggalkan rmah itu aku akan menjalani hidup di rumah itu smapia kapanpun.
“Mama kenapa kau pergi meninggalkan aku, hanya demi ayah apa kah mama tak saying kepadaku, atau aku hanya anak yang kau tidak akui lagi, ini semua karena lelki itu mama pergi, seandinya dia tak dating kembali mungkin kehidupan kita tidak akan seperti ini mama, aku benci lelaki itu, dia hanya dating merebutmu dari pelukanku mama”
            Setelah lulus dari SMP, aku melanjutkan sekolah samapi SMA, sekarang aku sudah kulya dan menjalani semester 2 di salah satu universtas yang ada di Makassar, aku kulya sambil kerja awalnya ini sangat susah tapi akhirnya Alhamdulillah aku bisa melewati semua, semoga aku bisa melanjutkan sampai aku selesai dan membuktikan kepada semua kalau aku bisa.

Inilah sepenggal kisah hidup yang kujalani, mungkin aku tak seberuntung kalian yang bisa merasakan kasih sayang orang tua, maka sayangilah orangmu yang selalu disisimu dan selalu menjagamu dan buatlah mereka bangga karena hanya kalian harapan mereka.

Tamat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar